SENYAP (Sekolah Nyaman, Aman dari Perundungan}

 Bullying atau perundangan adalah perilaku yang ditujukan untuk menyakiti, mengintimidasi, merendahkan seseorang baik secara fisik maupun mental. Perundungan merupakan  salah satu dari tiga dosa besar yang terjadi dalam dunia pendidikan yang tidak bisa dimaklumi. Belum lama ini beredar video-video aksi perundungan yang dilakukan oleh siswa yang tersebar di media sosial. Dalam video tersebut nampak sekelompok siswa melakukan perundungan terhadap salah seorang temannya . Mirisnya,  tak ada tindakan peleraian atau pencegahan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

Hal tersebut membuat guru SMP Negeri 19 Palu menjadi sangat khawatir. Tak dipungkiri, perundungan sangat rentan terjadi di sekolah kami. Untuk itulah, upaya pencegahan wajib dilakukan.

Ada tiga jenis utama perundungan :

1. Verbal : Mengatakan atau menulis sesuatu yang melukai hati korban. Misal : mengancam, menggoda, mengolok-olok, mengganti nama panggilan, berkomentar jelek, mengejek dan lainnya. 

2. Sosial : mempermalukan seseorang di depan umum, mengucilkan sampai menyebarkan gosip yang negatif tentang seseorang.

3. Fisik : Memalak, melukai tubuh orang lain, memukul, menendang, mencubit, meludahi, mendorong, sampai dengan sengaja mengambil barang orang lain.

Perilaku perundungan sangat berbahaya bagi anak. Berikut hal-hal yang dapat terjadi akibat perundungan :

1.  Mengalami ketakutan dan kecemasan.

2. Kehilangan kepercayaan diri.

3. Mengisolasi diri dari keramaian.

4. Sulit membentuk hubungan atau memberi kepercayaan pada orang lain.

5. Memicu gangguan mental /depresi.

6. Masalah kesehatan fisik seperti lemas dan lainnya.

7. Menurunkan prestasi akademik dan motivasi belajar.

8. Bunuh diri .

Lalu apa yang harus dilakukan oleh pendidik untuk mencegah terjadinya perundungan di SMP Negeri 19 Palu ? Sungguh ini tantangan yang luar biasa. Setiap guru dituntut untuk bersama mewujudkan sekolah yang nyaman bebas dari perundungan, yaitu tempat di mana siswa, guru dan staf sekolah merasa aman, dihormati, dan diterima tanpa rasa takut menjadi korban perundungan. 

Berikut beberapa ciri-ciri sekolah yang bebas dari perundungan :

1. Atmosfer aman dan nyaman. Siswa merasa aman tanpa rasa takut menjadi korban perundungan fisik, verbal ataupun cyber bullying.

2. Sekolah memiliki budaya positif yang didasarkan pada sikap hormat, empati, toleransi dan kolaborasi. 

3. Sekolah mengintegrasikan pendidikan anti perundungan dalam kurikulum.

4. Guru, staf dan kepala sekolah memiliki komitmen secara aktif mencegah perundungan dan memberi teladan yang baik.

Apakah yang sudah dilakukan di SMP Negeri 19 Palu?

Hal penting yang telah dilakukan antara lain membuat program SENYAP (Sekolah Nyaman, Aman dari Perundungan). 

Hal-hal yang dilakukan dalam program ini :

1. Sebarkan pemaham tentang pentingnya anti perundungan.

Pada kegiatan ini, guru memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya perundungan. Mengajar siswa tentang bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak dan etis, terutama dalam bermedia sosial untuk mencegah cyber bullying. Juga, memberi penguatan kepada seluruh siswa agar berani melapor dan melawan apabila terjadi kasus perundungan.

Agar mudah digaungkan, SMP Negeri 19 Palu membuat slogan anti perundungan sebagai berikut :

"Jangan membully, lebih baik memuji.

Jangan memalak, lebih baik memberi."

2. Nyatakan sikap saling menghormati, menghargai dan berempati.

Adapun kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai, antara lain dengan budaya sambut pagi. Budaya sambut pagi yaitu  pembiasaan siswa menyambut teman saat pagi di pintu gerbang, membiasakan bersapa salam, bertutur sopan dan berlaku santun kepada siapa saja yang ditemui. 

Untuk menumbuhkan rasa empati, secara berkala guru mengadakan Nobar (Nonton bareng) film dengan tema-tema yang inspiratif. Misalnya, tentang orang tua, kisah perjuangan hidup dan lainnya. 

3. Asah semangat kebersamaan dan kolaborasi. 

Hal itu berusaha diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang bisa membangun keakraban seperti lomba-lomba, jalan sehat, senam bersama dan gali gaza. 

4. Perkuat iman, takwa dan dukung aksi anti perundungan di manapun berada.

Aksi ini dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti Jumat religi, dzikir, dan pembiasaan sholat Dhuha berjamaah. Selain itu

Demikian kegiatan program SENYAP yang kami lakukan di SMP Negeri 19 Palu. Program tersebut terbukti mampu menjadikan SMP Negeri 19 Palu sebagai tempat belajar yang nyaman, aman dari Perundungan.

Tak ada rencana manusia yang sempurna. Begitupun program SMP Negeri 19 Palu SENYAP. Masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi oleh pendidik. Gangguan dan bahaya yang mengintai generasi penerus bangsa masih terus akan berdatangan seiring kemajuan teknologi, terutama lewat dunia maya atau media sosial. Kami butuh kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama orang tua dan pemangku kebijakan guna menjaga mereka. Karena masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. 

Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Mari terus belajar dan berupaya untuk mewujudkan cita-cita bangsa, menjadikan generasi penerus yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.


Sekian, terima kasih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

fenomena garis dan sutut