AKSI NYATA 3.3 A PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
AYO BERLITERASI
Latar Belakang
Pelaksanaan program “AYO BERLITERASI” dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap rendahnya minat siswa terhadap literasi, khususnya membaca dan menulis.
Tujuan literasi sendiri bisa dikategorikan beberapa hal, menurut garis besar:
Menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik; adab bagi seseorang atau masyarakat agar lebih baik.
Menciptakan budaya mencintai belajar; membaca dan menulis. Baik lingkungan sekolah ataupun masyarakat.
Meningkatkan pengetahuan/ilmu dengan kegiatan baca dan tulis, berbagai info bermanfaat.
Meningkatkan pemahaman seseorang terhadap suatu bacaan.
Memperkuat nilai kepribadian.
Tujuan Program
Meningkatkan minat siswa untuk membaca dan menulis.
Tolak Ukur
Tolok ukur keberhasilan program ini, yaitu siswa menjadi terbiasa membaca, menulis dan mengunjungi perpustakaan.
Linimasa Tindakan yang Akan Dilakukan
Perencanaan Program menggunakan tahapan BAGJA: Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi.
TAHAPAN BAGJA
Buat Pertanyaan
Bagaimana menumbuhkan minat membaca dan menulis pada siswa di sekolah?
Bagaimana caranya agar siswa mampu membuat suatu review dari buku yang dibaca dan menemukan ide untuk menulis?
Apa saja catatan baik yang ditemukan pada siswa saat mereka mengikuti kegiatan?
Siswa selalu senang dan semangat untuk belajar dan mengembangkan diri, rasa percaya diri yang mulai tumbuh, kemampuan untuk berkolaborasi dengan teman, menghargai dan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas yang diberikan
Ambil Pelajaran
Membiasakan membaca setiap hari sebelum memulai pembelajaran
Murid berminat mengunjungi perpustakaan dengan kesadarannya sendiri
Gali mimpi
Membaca dan menulis sudah menjadi kebiasaan siswa setiap harinya.
Membaca dan menulis di manapun berada.
Melahirkan “Duta Literasi” yang tugasnya adalah mengajak teman-temannya untuk membaca dan menulis.
Jabarkan Rencana
Langkah-langkah apa, yang perlu dilakukan dalam kegiatan adalah:
Pada tahap perencanaan, membuat program kegiatan yang diajukan kepada pimpinan sekolah yang meliputi nama program, tujuan, sasaran, waktu kegiatan.
Pada tahap pelaksanaan, Guru mengajak setiap siswa untuk memiliki minimal satu buku bacaan untuk kemudian bertukar buku dua kali seminggu dengan siswa lainnya dan memberikan pelatihan menulis .
Pada tahap Monitoring Murid dikontrol oleh Kepala Sekolah, Guru, Wali kelas dan petugas perpustakaan.
Pada tahap Evaluasi, Setiap seminggu sekali melakukan evaluasi kegiatan, apakah program ini sudah berjalan sesuai dengan rencana atau sebaliknya.
Pada tahap pelaporan, setiap sebulan sekali melaporkan perkembangan program kepada Kepala Sekolah, dan wali kelas untuk diberikan umpan balik.
Atur Eksekusi
Yang bertanggung jawab atas kegiatan ini adalah kepala sekolah.
Yang mengatur adalah guru mata pelajaran, guru (kepala perpus) dan wali kelas
Pelaksana kegiatan adalah siswa.
Dukungan yang dibutuhkan
Dukungan yang dibutuhkan, yaitu :
Pengawas bina
Kepala sekolah
Rekan guru
Warga sekolah
Orang tua murid.
Kerangka MELR (Monitoring, Evaluation, Learning, and Reporting)
Monitoring
Kegiatan monitoring dilakukan oleh guru kepada siswa, siswa kepada siswa, dan semua warga sekolah kemudian melaporkannya kepada wali kelas, apakah program kegiatan literasi membaca dan menulis berjalan dengan baik.
Evaluation
Kegiatan evaluasi melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua murid, serta warga sekolah lainnya yang terlibat dalam program Ayo berliterasi.
Learning
Hasil evaluasi program “Ayo berliterasi” menjadi acuan dalam mengembangkan program tersebut ke depannya dalam meningkatkan minat membaca dan menulis peserta didik sehingga mampu berdampak baik terhadap prestasi belajarnya.
Reporting
Kegiatan reporting dilakukan dengan cara:
Siswa membuat laporan dalam bentuk tulisan atau mengirimkanya kepada wali kelas
Guru menyusun laporan dari murid secara berkala dan melaporkannya kepada kepala sekolah dan orang tua murid
Guru bersama kepala sekolah menganalisa laporan untuk mengambil tindak lanjut dari program
ARTIKEL REFLEKSI
MANAJEMEN RESIKO
Kemungkinan resiko yang terjadi : program tidak akan berjalan dengan baik jika tidak didampingi guru mata pelajaran ataupun wali kelas.
Uuran resiko : Kecil
Strategi pengendalian : meminta kesedian petugas perpustakaan untuk menyiapkan koleksi buku perpustakaan dan mendampigi siswa.
Kerangka Monitoring Evaluasi
Pertsnyssn Monitoring: Sejauh mana program ini terlaksana?
Sumber informasi: Siswa, guru, petugas perpustakaan
Metode: observasi dan wawancara
Kapan/Bagaimana: Awal, Pertengahan dan akhir program
Rantai Hasil Program
Input: Kesedian siswa dan guru untuk memiliki atau membawa buku bacaan dan mengunjungi perpustakaan.
Aktivitas: Membawa buku, membaca, melakukan pertukaran buku dan menuliskan ide dari membaca.
Output/Outcome
Siswa terbiasa membaca dan menulis di manapun dan kapanpun.
Dampak/Inpact
Literasi siswa meningkat, wawasan berpikirnya juga meningkat, mampu menulis dan menerbitkan karya.
Pembelajaran Program
Faktor Pendukung Pelaksanaan Program
Kerjasama, sumberdaya yang dimiliki, dukungan dari semua pihak
Faktor-faktor penghambat program
Kemungkinan timbulnya resiko seperti resiko pemenuhan
Pembelajaran
Evaluasi akan dilakukan setelah seminggu pelaksanaan program dan berlangsung setiap sabtu.
Komentar
Posting Komentar