AKSI NYATA MODUL 3.1.A PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 Tugas Modul 3.1.a.10 Aksi Nyata

“PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN”

(Model kerangka 4F :Fact, Feeling, Finding and Future)


SURYANI

CGP SMP NEGERI 19 PALU


Fact (Peristiwa)


  1. Latar Belakang


Pandemi covid 19 mengharuskan pembelajaran dilakukan dari jarak jauh. Sebagian dilakukan di rumah. Namun, saat ini kota palu telah memberlakukan SK Walikota tentang pemberlakuan aturan PPKM level 2. oleh karenanya, sekolah bersiap untuk melakukan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas), tetapi hanya diprioritaskan pada siswa yang telah divaksin. hal ini menimbulkan kebingungan dan keresahan bagi orang tua yang anaknya belum di vaksin karena alasan tersendiri. Sebagai wali kelas, tentu hal ini perlu diantisipasi dengan mengambil langkah cepat dan tepat tentunya dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan.


  1. Alasan 

Pelaksanaan pembelajaran yang k memberlakukan tatap muka terbatas pada siswa yang telah di vaksin menuai polemik diantara orang tua dan pihak sekolah. Banyak orang tua yang belum mengizinkan anaknya di vaksin membuat pihak sekolah mempertimbangkan dengan matang langkah apa yang akan diambil, termasuk hal yang paling penting adalah terkait penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Di sisi lain, orang tua sangat menginginkan anaknya yang belum di vaksin untuk dapat mengikuti TTMT di sekolah, namun di sisi lain sekolah hanya memperbolehkan siswa yang telah di vaksin saja, siswa yang belum divaksin tetap menerapkan pembelajaran dari rumah. Sebagai guru, tentunya ini menjadi dilema etika ketika ada orang tua yang tetap mengantarkan anaknya ke sekolah meski belum divaksin. apakah tetap membiarkannya masuk belajar di kelas atau meminta siswa di bawa pulang kembali ke rumah, mengingat guru harus tetap melayani belajar siswa.





  1. Aksi Nyata

Menanggapi permasalah pada poin alasan di atas, maka saya mencoba menggunakan 4 paradigma,3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan untuk menganalisis permasalah di atas yaitu sebagai berikut


  1. Keputusan yang diambil

Melakukan pertemuan antara kepala sekolah, guru dan orang tua siswa.


  1. Prinsip mana yang  Anda gunakan, dan mengapa?

Individu lawan masyarakat (individual vs community)

Karena dalam paradigma ini sangat bertentangan antara individu (saya) melawan sebuah kelompok besar (kepala sekolah, guru dan beberapa orang tua)


  1. 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus diatas:

    1. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?


Individu lawan masyarakat


  1. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?


Saya, Kepala Sekolah, guru, orang tua, siswa


  1. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?


  • TTMT hanya diprioritaskan bagi siswa yang telah divaksin

  • Orang tua siswa menginginkan anaknya mengikuti TTMT meski belum divaksin

  • Ada orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah dengan seragam sekolah, padahal anaknya belum divaksin

  • Teguran dari kepala sekolah, guru dan beberapa orang tua 


  1. Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

  • Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)



Dalam kasus ini terdapat aspek pelanggaran hukum diantaranya :

  1. Tindakan melanggar SKB 4 Menteri terkait pembelajaran di masa pandemi

  2. Tindakan praduga tak bersalah

  • Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)


Tidak terdapat pelanggaran kode etik


  • Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)


Terdapat kesalahan pada orang tua,kepala sekolah,guru dan beberapa orang tua yaitu :

  1. Orang tua tersebut tidak berkoordinasi dengan saya terkait mengantarkan anaknya ke sekolah di masa pandemi

  2. orang tua 


  • Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?


Tidak nyaman,karena nantinya akan banyak pendapat yang beragam tentang pro dan kontra dari pihak-pihak luar


  • Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

  1. Mengundang orang tua tersebut,untuk diberikan penjelasan terkait pembelajaran tatap muka terbatas, 

  2. Melakukan sosialisasi terkait pembelajaran di kelas



  1. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?


Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)



  1. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai


Berpikir Berbasis Rasa Peraturan (Rule-Based Thinking)


  1. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?


  • Pelibatan pengawas sekolah dalam menengahi permasalahan ini


  1. Apa keputusan yang akan Anda ambil?


  • Mengundang orang tua tersebut

  • Melakukan pertemuan antara kepala sekolah,orang tua dan saya sebagai wali kelas



  1. Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.


Melakukan rapat interen, baik bersama kepala sekolah, rekan guru  dan orang tua terkait prosedur pembelajaran tatap muka terbatas adalah cara yang efektif agar dalam pengambilan keputusan tidak terjadi hal-hal yang merugikan suatu pihak, khususnya warga sekolah saat pelaksanaan nantinya

Melalui pertimbangan kepala sekolah, akhirnya kegiatan pembelajaran tatap muka pun akan dimulai tentunya atas dasar persetujuan tertulis dari orang tua, melalui pertemuan antara orang tua dan pihak sekolah



Feelings(Perasaan)

Saya sangat senang ketika menjalani komponen-komponen pengujian pengambilan keputusan yang meliputi 4 paradigma,3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan. ini berarti saya telah dapat melakukan pengambilan keputusan yang bijak, yang tidak merugikan salah satu pihak, memahami dalam menyelesaikan sebuah permasalahan mulai dari kronologis kejadian, mempelajarinya dan bagaimana memecahkannya, karena ketika kita berada dalam sebuah kondisi yang sulit, pastinya kita tidak akan mampu menyelesaikan meskipun terdapat rekan sejawat yang bisa diajak diskusi, namun dengan penerapan pengambilan keputusan semua masalah dapat terselesaikan dengan baik. 




Findings(Pembelajaran)


Ada banyak hal yang saya dapatkan dalam menjalankan aksi nyata ini, tentunya mulai dari permasalahan yang saya alami, mulai dari permulaan permasalahan ini, yang mana kepala sekolah, guru dan beberapa orang tua yang tidak menahu tentang kejadian sebenarnya, walaupun saya tetap mereka persalahkan, namun dengan melakukan melakukan penerapan pengujian pengambilan keputusan yang meliputi 4 paradigma,v3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan, melakukan rapat interen bersama warga sekolah dan rapat forum terkait PTMT masalah dapat terselesaikan dengan baik, tanpa adanya pihak yang dirugikan, bahkan dampaknya  siswa dapat melakukan pembelajaran terbatas dengan protocol kesehatan yang ketat tentunya.




Future (Penerapan ke depan)


Ke depan, pengujian pengambilan keputusan yang meliputi 4 paradigma,3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan tentunya akan saya terapkan jika mengalami kondisi dilema yang sifatnya sudah kearah merugikan salah satu pihak, baik dilema yang saya alami maupun warga sekolah lainnya, karena pada satuan pendidikan,terntunya kita akan menemui berbagai permasalahan yang berbeda-beda. Demikianlah dinamika pada satuan pendidikan, dengan adanya permasalahan di saat ini, tentunya permasalahan itu akan kita temui lagi di masa mendatang, semakin sering dilakukan maka kita akan terbiasa dengan cara pengambilan keputusan ini. Perbaikan selanjutnya adalah bagaimana pelibatan pihak-pihak yang berkompeten harus diberdayakan guna menghasilkan sebuah keputusan yang tepat.








Lampiran Dokumentasi Kegiatan Aksi Nyata









































\
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

fenomena garis dan sutut